Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan
Kerangka
Konseptual Pelaporan Keuangan (KKPK) merupakan sistem yang berhubungan antara
tujuan dan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang
digunakan untuk pihak eksternal. KKPK ini telah disahkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan pada tanggal 28 september 2016.
Kerangka Konseptual Menggantikan KDPPLK
Kerangka Konseptual merupakan adopsi dari the Conceptual Framework for Financial Reporting per 1 Januari
2016. KKPK ini menggantikan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan
Keuangan (KDPPLK) (Penyesuaian tahun 2014) yang telah disahkan pada tanggal 27
agustus 2014.
PENDAHULUAN
Tujuan dan Status Kerangka
Konseptual
Tujuan kerangka konseptual adalah:
(a) Membantu Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesian (DSAK IAI) dalam pengembangan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) baru dan melakukan tinjauan atas SAK yang ada;
(b) Membantu DSAK IAI mempromosikan harmonisasi peraturan, standar akuntansi dan prosedur yang terkait penyajian laporan keuangan;
(c) Membantu DSAK IAI dalam pengembangan standar lokal;
(d) Membantu penyusun laporan keuangan menerapkan SAK yang berkenaan dengan hal-hal yang belum diatur PSAK;
(e) Membantu auditor memberikan opini mengenai apakah laporan keuangan telah sesuai dengan SAK;
(f) Membantu pengguna laporan keuangan menginterpretasikan informasi dalam laporan keuangan yang disusun sesuai SAK;
(g) Menyediakan informasi kepada pihak yang tertarik dengan pekerjaan DSAK IAI tentang pendekatannya dalam penyusuna SAK.
Tujuan kerangka konseptual adalah:
(a) Membantu Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesian (DSAK IAI) dalam pengembangan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) baru dan melakukan tinjauan atas SAK yang ada;
(b) Membantu DSAK IAI mempromosikan harmonisasi peraturan, standar akuntansi dan prosedur yang terkait penyajian laporan keuangan;
(c) Membantu DSAK IAI dalam pengembangan standar lokal;
(d) Membantu penyusun laporan keuangan menerapkan SAK yang berkenaan dengan hal-hal yang belum diatur PSAK;
(e) Membantu auditor memberikan opini mengenai apakah laporan keuangan telah sesuai dengan SAK;
(f) Membantu pengguna laporan keuangan menginterpretasikan informasi dalam laporan keuangan yang disusun sesuai SAK;
(g) Menyediakan informasi kepada pihak yang tertarik dengan pekerjaan DSAK IAI tentang pendekatannya dalam penyusuna SAK.
Kerangka Konseptual bukan merupakan PSAK dan tidak
mengungguli PSAK tertentu, sehingga tidak mendefinisikan standar untuk
pengukuran atau isu pengungkapan tertentu. Jika terdapat konflik atau perbedaan
antara PSAK dan KKPK, maka persyaratan yang ada dalam PSAK telah mengungguli
persyaratan yang ada dalam Kerangka Konseptual tersebut. Akan tetapi karena
DSAK IAI akan dipandu oleh Kerangka Konseptual dalam pengembangan dan dalam
peninjauan SAK yang ada, maka konflik antara Kerangka Konseptual dan SAK akan
terselesaikan seiring dengan berjalannya waktu. Kerangka Konseptual akan
direvisi dari waktu ke waktu berdasarkan pengalaman DSAK IAI dalam penggunaan
Kerangka Konseptual tersebut.
Ruang Lingkup Kerangka Konseptual
Kerangka Konseptual berisi tentang :
a) Tujuan pelaporan keuangan;
b) Karakteristik kualitatif informasi keuangan yang berguna;
c) Definisi pengakuan dan pengakuan unsur-unsur yang
membentuk laporan keuangan;
d) Konsep modal dan pemeliharaan modal
PEMBAHASAN DALAM KKPK
Dalam pembahasan kkpk ini, kkpk telah terbagi menjadi 4 Bab yaitu sebagai
berikut:
BAB 1
Tujuan Pelaporan Keuangan
Bertujuan Umum
Tujuan pelaporan keuangan bertujuan umum sebagai dasar
dari kerangka konseptual.
Tujuan, Kegunaan dan Keterbatasan
Pelaporan Keuangan Bertujuan Umum
Tujuan dari pelaporan keuangan bertujuan umum tak lain
untuk menyediakan informasi keuangan tentang entitas pelapor bagi investor saat
ini, investor potensial, pemberi pinjaman dan kreditor lainnya dalam membuat
keputusan tentang penyediaan sumber daya kepada entitas. Keputusan tersebut
termasuk pembelian, penjualan atau kepemilikan instrumen ekuitas dan instrumen
utang, serta penyediaan atau penyelesaian pinjaman.
Keputusan investor saat ini dan investor potensial
mengenai pembelian, penjualan atau kepemilikan instrumen ekuitas dan instrumen
utang adalah bergantung pada imbal hasil yang diharapkan dari investasi pada
instrumen tersebut. maka dari itu investor saat ini dan investor potensial,
pemberi pinjaman dan kreditor lainnya memerlukan informasi untuk menilai
prospek arus kas masuk neto masa depan kepada suatu entitas.
Ketika melakukan penilaian prospek untuk arus kas masuk
neto masa depan maka dibutuhkan informasi mengenai sumber daya entitas, klaim
terhadap entitas dan seberapa efisien dan efektif manajemen entitas dan dewan
komisaris dalam melaksanakan tanggung jawabnya menggunakan sumber daya
tersebut. banyak investor saat ini dan investor potensial, pemberi pinjaman dan
kreditor lainnya tidak dapat mensyaratkan entitas pelapor menyediakan informasi
secara langsung kepada mereka. Jadi, mereka mengandalkan laporan keuangan
betujuan umum untuk mendapatkan informasi keuangan yang dibutuhkan. Mereka
merupakan pengguna utama.
Laporan keuangan bertujuan umum ini tidak dapat
menyediakan seluruh informasi yang dibutuhkan para pengguna utama tersebut,
mereka perlu mempertimbangkan informasi terkait yang berasal dari sumber
lainnya. Kerangka konseptual menetapkan konsep yang yang mendasari estimasi dan
pertimbangan. Konsepnya yaitu arah tujuan yang ingin diraih DSAK IAI dan
penyusun laporan keuangan.
Informasi Tentang Sumber Daya
Ekonomika Entitas Pelapor. Klaim Terhadap Entitas, Serta Perubahan Sumber Daya
dan Klaim
Laporan keuangan bertujuan umum menyediakan informasi
tentang posisi keuangan entiras pelapor termasuk informasi sumber daya ekonomik
entitas dan klaim terhadap entitas pelapor.
Sumber Daya Ekonomika dan Klaim
Informasi tentang sifat dan jumlah sumber daya ekonomik
entitas dan klaim dapat membantu pengguna mengidentifikasi kekuatan dan
kelemahan keuangan entitas pelapor, membantu menilai likuiditas dan
solvabilitas serta membantu memperoleh tambahan pendanaan. Sedangkan informasi
tentang prioritas dan persyaratan pembayaran klaim membantu pengguna
memprediksi bagaimana arus kas masa depan akan terdistribusi kepada pemilik
klaim terhadap entitas pelapor.
Jenis sumber daya ekonomika yang berbeda dapat
mempengaruhi prospek arus kas masa depan. Beberapa arus kas masa depan
dihasilkan secara langsung dari sumber daya ekonomika seperti piutang, arus kas
lainnya dihasilkan dari beberapa sumber daya yang digabung untuk memproduksi
dan memasarkan barang dan jasa.
Perubahan Sumber Daya Ekonomik
dan Klaim
Perubahan sumber daya ekonomik dan klaim dihasilkan dari
kinerja keuangan entitas pelapor, kinerja ini mengenai akuntan akrual yang
menggambarkan dampak transaksi, peristiwa serta kondisi lainnya atas sumber
daya ekonomik dan klaim entitas pelapor pada periode yang terjadi. Informasi
mengenai kinerja keuangan entitas pelapor terefleksi dari perubahan sumber daya
ekonomik dan klaim selain sumber daya tambahan langsung dari investor dan
kreditor. Selain perubahan yang dihasilkan dari kinerja keuangan dan klaim
entias pelapor, sumber daya ekonomik dan klaim entitas pelapor juga dihasilkan
dari penerbitan saham kepemilikan tambahan.
Informasi tentang kinerja keuangan entitas pelapor selama
suatu periode dapat mengindikasikan sejauh mana perubahan harga pasar atau suku
bunga akan menambah atau mengurangi sumber daya ekonomik dan klaim, hal ini
dapat mempengaruhi kemampuan entitas menghasilkan arus kas masuk neto.
Informasi tentang arus kas entitas pelapor suatu periode dapat membantu pengguna
menilai kemampuan entitas menghasilkan arus kas masuk neto masa depan, yang
kedua informasi tentang arus kas dapat membantu pengguna juga memahami
aktivitas operasi, mengevaluasi aktivitas pendanaan dan investasi, menilai
likuiditas dan solvabilitas serta menginterpretasi informasi mengenai kinerja
keuangan.
Pada informasi kinerja keuangan entitas pelapor dapat
membantu pengguna memahami imbal hasil yang dihasilkan dari sumber daya
ekonomiknya. Imbal hasil yang dihasilkan mengindikasikan seberapa baik pertanggungjawaban
manajemen dalam hal efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya ekonomik.
Informasi tentang variabilitas dan komponen imbal hasil sangat penting dalam
penilaian ketidakpastian arus kas masa depan.
BAB 2
ENTITAS PELAPOR
Bab ini masih dalam pembahasan IASB dalam project Kerangka Konseptual.
BAB 3
KARAKTERISTIK KUALITATIF
INFORMASI KEUANGAN YANG BERGUNA
Karakteristik kualitatif yang dibahas pada bab ini
mengidentifikasi jenis informasi yang sangat berguna bagi investor saat ini dan
investor potensial, pemberi pinjaman, serta kreditor lainnya dalam membuat
keputusan tentang entitas pelapor yang sesuai informasi keuangan. Laporan
keuangan juga menyediakan informasi tentang sumber daya ekonomik entitas
pelapor, klaim terhadap entitas pelapor, dan dampak dari transaksi, peristiwa
serta kondisi lain yang mengubah sumber daya dan klaim tersebut.
Karakteristik kualitatif informasi keuangan yang berguna
diterapkan untuk informasi yang tersedia dalam laporan keuangan maupun dengan
cara lain. Biaya yang merupakan kendala pervasif bagi kemampuan entitas
diterapkan serupa. Akan tetapi, pertimbangan penerapan karakteritik
kualitatif dan kendala biaya bisa jadi
berbeda untuk jenis informasi yang berbeda.
1. Karakteristik Kualitatif
Fundamental
Pada karakteristik kualitatif fundamental ini meliputi:
a. Relevansi
Informasi keuangan yang relevan mampu membuat perbedaan
pengambilan keputusan oleh pengguna, yaitu harus dapat mengoreksi
harapan-harapan sebelumnya dan meningkatkan kemungkinan peramalan dengan benar
dari hasil kejadian masa lalu atau sekarang. Informasi keuangan mampu membuat
perbedaan dalam keputusan jika memiliki nilai prediktif artinya informasi
keuangan tersebut dapat digunakan sebagai input oleh pengguna dalam memprediksi
hasil masa depan, informasi keuangan yang memiliki nilai prediktif dapat
digunakan pengguna dalam membuat prediksi. Selanjutnya informasi keuangan yang
memiliki nilai konfirmatif jika menyediakan umpan balik tentang evaluasi
sebelumnya dalam hal mengkonfirmasi atau mengubahnya. Kedua nilai tersebut mempunyai
hubungan yang saling terkait.
b.
Materialitas
Informasi dikatakan materialitas
jika kelalaian untuk mencantumkan kesalahan dalam
mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan yang dibuat
pengguna sesuai dengan informasi keuangan entitas pelapor.
c.
Representasi
Tepat
Dalam karakteristik kualitatif fundamental ini laporan
keuangan harus merepresentasikan (mewakili) fenomena ekonomik dalam kata dan
angka, fenomena yang relevan dan secara tepat. Ada 3 karakteristik yang harus
dimiliki lengkap, netral dan bebas dari kesalahan.
Lengkap, seluruh informasi yang diperlukan harus lengkap dengan
penjelasan dan deskripsi sehingga dapat memahami fenomena yang digambarkan.
Netral, dalam pemilihan dan penyajian informasi harus tanpa bias
dan bebas dari kesalahan.
Bebas dari kesalahan, maksudnya bebas dari kesalahan bukan berarti tidak ada
kesalahan atau kelalaian dalam mendeskripsikan fenomena. Akan tetapi bebas dari
kesalahan disini berarti dalam mendeskripsikan estimasi harga atau nilai
disampaikan secara jelas dan akurat.
Penerapan Karakteristik
Kualitatif Fundamental
Agar sebuah informasi berguna maka informasi harus
relevan dan direpresentasikan secara tepat. Karena apabila representasi tepat
dari fenomena yang tidak relevan atau sebaliknya maka tidak akan membantu pengguna
dalam pengambilan keputusan yang baik. Beberapa proses penerapan karakteristik
kualitatif fundamental diantaranya, identifikasi fenomena ekonomik berpotensi
agar berguna bagi pengguna informasi keuangan entitas pelapor, identifikasi
jenis informasi tentang fenomena yang paling relevan, dan yang terakhir
menentukan apakah informasi tersebut tersedia dan dapat direpresentasikan
secara tepat.
2. karakteristik Kualitatif
Peningkat
Karakteristik kualitatif peningkat yang meliputi:
a) Keterbandingan
Pengguna memiliki keputusan pemilihan dalam beberapa
alternatif seperti menjual atau
memilikinya sebagai investasi, oleh karena itu keterbandingan karakteristik
yang memungkinkan mengidentifikasi dan memahami persamaan dalam dan perbedaan
antara, pos-pos. Keterbandingan tidak berhubungan dengan dengan satu pos tetapi
dua pos.
Konsistensi juga berhubungan dengan keterbandingan namun tidak sama. Kalau
keterbandingan itu tujuan, sedangkan konsistensi adalah cara untuk mencapai
tujuan tersebut. keterbandingan informasi keuangan tidak akan meningkat dengan
membuat pos-pos berbeda terlihat serupa ataupun membuat pos-pos serupa terlihat
berbeda. Dengan memenuhi karakteristik kualitatif fundamental kemungkinan
derajat keterbandingan tercapai.
b) Keterverifikasian
Keterverifikasian ini membantu pengguna yakin banwa
informasi dapat merepresentasi
fenomena ekonomik secara tepat. Keterverifikasian berarti pengamat
independen dengan pengetahuan berbeda-beda dapat mencapai konsensus meski tidak
selalu mencapai kesepakatan. Verifikasi bisa terjadi secara langsung dengan
observasi verivikasi jumlah atau representasi lain secara langsung, sedangkan
verifikasi tidak langsung melalui pemeriksaan input
c) Ketepatwaktuan
Informasi bagi pembuat keputusan harus tersedia pada
waktu yang tepat, kaena jika
informasi tersebut semakin lawas maka semakin kurang berguna.
d) Keterpahaman
Keterpahaman informasi harus didukung dengan
pengklasifikasian, pengarakteristikan, dan
penyajian informasi secara jelas dan ringkas. Karena terdapat beberapa
fenomena rumit yang tidak mudah dipahami. Pengecualian informasi tentang
fenomena dari laporan keuangan mungkin lebih mudah dipahami.
Laporan keuangan disiapkan bagi pengguna dengan pemahaman
memadaitentang aktivitas bisnis dan ekonomik. Tetapi ada juga pengguna yang
telah terinformasi dengan baik dan tekun masih mencari bantuan penasihat yang
memahami informasi fenomena ekonomik yang kompleks.
karakteristik diatas
dapat meningkatkan kegunaan informasi yang relevan, direpresentasikan
secara tepat dan dapat membantu menentukan antara dua cara mana yang harus
digunakan dalam menggambarkan suatu fenomena jika keduanya dianggap sama relevannya
dan direpresentasikan secara tepat.
Penerapan Karakteristik
Kualitatif Peningkat
Karakteristik kualitatif peningkat harus dimaksimalkan
sebaik mungkin. Karakteristik ini tidak dapat menjadi berguna jika informasi
tersebut tidak relevan atau tidak merepresentasikan secara tepat. Penerapan
karakteristik ini adalah sebuah proses berulang tetapi tidak mengikuti urutan
tertentu. Kadang dapat dikurangkan karakteristik kualitatif lainnya.
KENDALA BIAYA PELAPORAN KEUANGAN
YANG BERGUNA
Biaya merupakan kendala pervasif untuk informasi yang
dapat disajikan oleh pelaporan keuangan. Pelaporan informasi keuangan
menimbulkan biaya. Penyedia informasi keuangan mencurahkan sebagian besar
usahanya dari pengumpulan sampai penyebarluasan informasi keuangan, pada
akhirnya pengguna informasi keuangan menanggung seluruh biaya dalam bentuk
imbal hasil yang terkurangkan. Pengguna juga dikenakan biaya penganalisaan dan
penginterpretasian informasi yang disediakan, dan jika informasi yang
dibutuhkan tidak tersedia maka pengguna harus mengeuarkan biaya tambahan untuk
mendapatkan informasi tersebut.
Pelaporan informasi keuangan yang relevan dan
merepresentasikan secara tepat dapat membantu pengguna membuat keputusan yang
lebih percaya diri, hal ini dapat menghasilkan fungsi pasar modal yang lebih
efisien dan biaya modal yang lebih rendah. Jadi penerapan kendala biaya DSAK
IAI menilai dalam penyusunan suatu laporan keuangan hendaknya diperhitungkan
antara biaya dan manfaat nya. DSAK IAI juga mencari informasi dari penyedia
informasi keuangan, pengguna, auditor, akademisi dan lainnya.
Bab 4
KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN
PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN (1994) : PENGATURAN YANG TERSISA
Pengaturan yang tersisa yang belum teramandemen untuk
merefleksikan perubahan dalam PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan (berlaku
efektif per 1 januari 2012). Pengaturan yang tersisa juga akan diperbarui
ketika unsur-unsur laporan keuangan dan dasar pengukurannya telah
dipertimbangkan.
ASUMSI DASAR
Kelangsungan Usaha
Pada kelangsungan usaha ini diasumsikan usaha entitas
akan terus berlangsung dan tidak ada keinginan untuk melikuidasi skala usahanya
secara material. Jika keinginan tersebut timbul maka laporan keuangan dapat
disusun dengan dasar yang berbeda dan harus dapat diungkapkan.
UNSUR-UNSUR LAPORAN KEUANGAN
Unsur-unsur yang berkaitan secara langsung dengsn
pengukuran posisi keuangan adalah sebagai berikut:
1) Aset merupakan sumber daya yang dikuasai oleh entitas
sebagai akibat dari peristiwa masa lalu, biasanya entitas memperoleh aset dari
pembelian atau produksi sendiri, aset mempunyai manfaat ekonomik masa depan
yang diharapkan akan mengalir ke entitas yaitu potensi dari aset tersebut dapat
memberikan kontribusi baik langsung maupun tidak langsung.
2) Liabilitas merupakan sebuah kewajiban kini entitas yang
timbul dari peristiwa masa lalu, dan penyelesaian kewajiban kini biasanya
entitas tersebut mengorbankan sumber daya yang emmiliki manfaat ekonomik demi
memenuhi klaim dari pihak lain. Kewajian juga dapat dihapuskan dengan cara lain
seperti kreditor membebaskan atau membatalkan haknya.
3) Ekuitas merupakan hak residual atas aset entitas setelah
dikurangi seluruh liabilitas.
Unsur-unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinerja
dalam laporan laba rugi :
1) Penghasilan merupakan pemasukan atau penambahan aset atau
penurunan liabilitas dari kenaikan manfaat ekonomi selama periode akuntansi.
Penghasilan dapat berupa pendapatan dan keuntungan.
2) Beban merupakan berkurangnya suatu aset atau keluarnya
arus kas dari penurunan manfaat ekonomi selama periode akuntansi. Beban
mencakup suayu kerugian dan beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas
entitas yang biasa.
PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
UNSUR-UNSUR LAPORAN KEUANGAN
Pengakuan Unsur-Unsur Laporan
Keuangan
Pengakuan merupakan proses pembentukan suatu pos dalam
laporan posisi keuangan atau laba rugi yang memenuhi definisi unsur serta
kriteria pengakuan, pos yang memnuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan
keuangan atau laporan laba rugi. Jika ada kelalaian untuk mengakui pos tersebut
maka tidak dapat diralat.
Pos yang memenuhi kriteria definisi suatu unsur akan
diakui jika:
1) Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa depan yang
berkaitan dengan pos tersebut akan mengalir ke atau dari entitas.
Kriteria ini menerapkan konsep probabilitas, konsep ini
digunakan dalam kriteria pengakuan yang mengacu pada derajat ketidakpastian
tentang manfaat ekonomik masa depan yang berkaitan dengan pos tersebut akan
mengalir ke atau dari entitas. Maksud dari konsep ini untuk menghadapi ketidakpastian,
dan pengkajian derajat ketidakpastian yang melekat dalam arus manfaat ekonomik
masa depan dilakukan atas dasar bukti yang tersedia saat penyusunan laporan
keuangan.
2) Pos tersebut mempunyai biaya atau nilai yang dapat diukur
dengan andal
Kriteria pengakuan suatu pos yang kedua adalah ada
tidaknya biaya atau nilai yang dapat diukur secara andal. Biaya atau nilai
harus diestimasi karena penggunaan estimasi yang layak merupakan bagian
esensial dalam penyusunan laporan keuangan tanpa mengurangi keandalan
Pengakuan Aset
Aset diakui dalam laporan keuangan jika kemungkinan besar manfaat ekonomik
masa depan
akan mengalir ke atau dari entitas dan aset tersebut mempunyai biaya atau
nilai yang dapat diukur dengan andal. Sedangkan aset tidak diakui dalam laporan
keuangan jika pengeluaran telah terjadi dan manfaat ekonomiknya dipandang tidak
mungkin mengalir ke entitas setelah periode akuntansi berjalan.
Pengakuan Liabilitas
Liabilitas diakui dalam laporan keuangan jika ada
kemungkinan besar bahwa pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat
ekonomik akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban kini dan jumlah yang
diselesaikan dapat diukur secara andal.
Pengakuan Penghasilan
Penghasilan diakui dalam laporan laba rugi ketika manfaat
ekonomik masa depan yang berkaitan dengan kenaikan aset dan penurunan
liabilitas telah terjadi dan dapat diukur dengan andal.
Pengakuan Beban
Beban diakui dalam laporan laba rugi ketika
kenaikan manfaat ekonomik masa depan berkaitan dengan kenaikan aset ayau
penurunan liabilitas telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. Beban diakui
atas dasar hubungan langsung antara biaya yang timbul dan perolehan pos
penghasilan tertentu. Beban diakui dalam laporan laba rugi atas dasar prosedur alokasi
yang sistematis dan rasional. Beban segera diakui dalam laporan laba rugi
ketika pengeluaran tidak menghasilkan manfaat ekonomik masa depan. Dan terakhir
beban juga diakui dalam laporan laba rugi pada saat liabilitas timbul tanpa
adanya pengakuan aset.
PENGUKURAN UNSUR-UNSUR LAPORAN
KEUANGAN
Pengukuran merupakan proses penetapan jumlah moneter
ketika unsur-unsur laporan keuangan akan diakui dan dicatat dalam laporan
posisi keuangan dan laporan laba rugi .
Terdapat dasar pengukuran yang berbeda digunakan dalam derajat dan
kombinasi yang berbeda dalam laporan keuangan, yaitu:
1. Biaya historis. Aset dicata sebesar jumlah kas yang
dibayar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset. Labilitas dicatat
sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar dari kewajiban.
2. Biaya kini. Aset dicatat sebesar jumlah kas yang
seharusnya akan dibayarkan jika aset yang sama diperoleh sekarang. Liabilitas dicatat
sebesar sejumlah kas yang tidak didiskontokan.
3. Nilai penyelesaian. Aset dicatat sebesar jumlah kas yang
dapat diperoleh sekarang dengan menjual aset. Liabilitas dicatat sebesar nilai
penyelesaiannya.
4. Nilai kini. Aset dicatat sebesar arus kas masuk neto masa
depan yang didiskontokan ke nilai sekarang dari pos yang diekspetasikan memberi
hasil pelaksanaan usaha normal. Liabilitas dicatat sebesar arus kas keluar neto
masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang yang diekspetasikan akan
diperlukan menyelesaikan liabilitas.
KONSEP MODAL DAN PEMELIHARAAN
MODAL
Konsep Modal
Konsep modal dibedakan atas konsep modal keuangan dan
konsep modal fisik. Menurut konsep modal keuangan seperti uang atau daya beli
yang diinvestasikan, modal hampir sama dengan aset neto atau ekuitas entitas. Sedangkan
menurut konsep modal fisik seperti kemampuan usaha, modal dipandang sebagai
kapasitas produktif entitas yang didasarkan pada, misalnya unit output per
hari.
Konsep Pemeliharaan Modal dan
Penetapan Laba
Pemeliharaan konsep modal keuangan, laba hanya diperoleh
jika jumlah finansial aset neto pada akhir periode melebihi jumlah finansial
aset neto pada awal periode, setelah memperhitungkan kembali penyetoran atau
penarikan modal oleh pemilik. Konsep ini tidak memerlukan penggunaan dasar
pengukuran tertentu, Menurut konsep pemeliharaan modal keuangan yang mendefinisikan
modal dalam satuan moneter nominal, laba merupakan kenaikan dalam modal uang
selama suatu periode. Sedangkan konsep pemeliharaan keuangan didefinisikan
dalam satuan daya beli konstan, maka laba merepresentasikan kenaikan daya beli
yang diinvestasikan selama suatu periode.
Pemeliharaan konsep modal fisik, laba hanya diperoleh
jika kapasitas kemampuan usaha sumber daya atau dana yang dibutuhkan untuk
mencapai kapasitas tersebut pada akhir periode dapat melebihi kapasitas
produktif fisik pada awal periode. Dalam konsep ini memerlukan penggunaan dasar
pengukuran biaya kini. Menurut konsep pemeliharaan modal fisik yang
mendefinisikan modal dalam kapasitas produktif fisik, laba merepresentasikan
kenaikan modal tersebut selama suatu periode.
Perbedaan pokok dalam kedua konsep pemeliharaan modal ini
adalah perlakuan terhadap dampak perubahan harga aset dan liabilitas entitas. Pemilihan
dasar pengukuran dan konsep pemeliharaan modal akan menentukan model akuntansi
yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan.
DAFTAR PUSTAKA
Ikatan Akuntan
Indonesia (IAI). 2028. Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK).
Jakarta:
Salemba Empat.
Yosica
Karunia. 2018. Kerangka Konseptual
Pelaporan Keuangan (Online).
https://www.coursehero.com/file/21970404/ED-KKPL/,
diakses 26 september 2019.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar