Sabtu, 19 Oktober 2019

PENERAPAN PSAK 4 & 65

LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI (PSAK 4)




Riwayat PSAK 4

PSAK 4 (2013): 1 Januari 2013 Laporan Keuangan Tersendiri mengadopsi IAS 27 Separate Financial Statements 

19 Desember 2013, disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesia (DSAK IAI.).

1 Januari 2009, PSAK 4 (2013) menggantikan PSAK (2009) : Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri yang mengadopsi IAS 27, PSAK 4 (1994): Laporan Keuangan Konsolidasian, dan PAI 1984 Bab II Pasal 9.


Penyesuaian PSAK 4 (2014): efektif per 1 Januari 2014 mengadopsi IAS 27.

27 Agustus 2014 disahkan oleh DSAK IAI


Amandemen PSAK 4: per 1 Januari 2016 tentang Metode Ekuitas dalam Laporan Keuangan Tersendiri mengadopsi Amandemen IAS 27 Equity Method in Separate Financial Statement. 

18 November 2015 disahkan oleh DSAK IAI.


Tujuan

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 4 tentang Laporan Keuangan Tersendiri bertujuan untuk mengatur persyaratan akuntansi untuk investasi pada entitas anak, ventura bersama, dan entitas asosiasi ketika entitas untuk menyajikan laporan keuangan tersendiri sebagai informasi tambahan.


Laporan Keuangan Tersendiri 

Laporan Keuangan Tersendiri merupakan laporan keuangan yang disajikan oleh entitas, di mana entitas tersebut dapat memilih untuk, mencatat investasinya pada entitas anak, entitas asosiasi dan ventura bersama pada biaya perolehan, sesuai dengan PSAK 55 yang dideskripsikan dalam PSAK 15.

LK Tersendiri minimal terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas (tidak perlu catatan atas laporan keuangan)

Penyusunan LK Tersendiri:
  • LK keuangan tersendiri disusun sesuai dengan SAK yang berlaku kecuali yang diatur dalam ketentuan khusus.
  • Jika entitas induk menyusun LK tersendiri, maka entitas induk mencatat investasi pada entitas anak, ventura bersama dan entitas asosiasi pada:
    1. biaya perolehan
    2. sesuai dengan PSAK 55
    3. menggunakan metode ekuitas sebagaimana dideskripsikan dalam PSAK 15
  • Entitas induk menerapkan akuntansi yang sama untuk setiap kategori investasi.
  • Investasi yang dicatat pada biaya perolehan atau menggunakan metode ekuitas yang dicatat sesuai PSAK 58.
  • Entitas idnuk mengakui dividen dari entitas anak, ventura bersama atau entitas asosiasi dalam laporan keuangan tersendiri ketika hak menerima dividen ditetapkan.
  • Dividen diakui dalam laba rugi, kecuali entitas tersebut memilih menggunakan metode ekuitas, maka dividen diakui sebagai pengurang jumlah tercatat investasi,

Tanggal Efektif dan Ketentuan Transaksi

Entitas menerapkan pernyataan tersebut untuk tahun periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2015.

Amandemen PSAK 4 Laporan Keuangan Tersendiri tentang Metode Ekuitas dalam Laporan Keuangan Tersendiri mengamandemen paragraf 04-07. 10, 11B dan 12.



ILUSTRASI (CONTOH)  LK TERSENDIRI


Laporan Posisi Keuangan 



Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain

Laporan Perubahan Ekuitas




Laporan Arus Kas




LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (PSAK 65)


Riwayat PSAK 65

PSAK 65 (2013): 1 Januari 2013 Laporan Keuangan Konsolidasian mengadopsi IFRS 10 Consolidated Financial Statements.

19 Desember 2013 disahkan oleh DSAK IAI.

Penyesuaian PSAK 65 (2014): 1 Januari 2014 mengadopsi IFRS 10.
27 Agustus 2014 disahkan oleh DSAK IAI.

Amandemen PSAK 65: 1 Januari 2016 Entitas Investasi Penerapan Pengecualian Konsolidasi mengadopsi Amandemen IFRS 10, IFRS 11, dan IAS 28 Investment Entities: Applying the Consolidation Exception. 
18 November 2015 disahkan oleh DSAK IAI


Tujuan

PSAK 65 bertujuan untuk menetapkan prinsip penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian ketika entitas mengendalikan satu atau lebih entitas lain.


Laporan Keuangan Konsolidasi

LK Konsolidasi menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi untuk induk perusahaan (entitas pengendali) dari satu atau lebih anak perusahaan (entitas yang dikendalikan) seakan-akan entitas-entitas individual tersebut adalah satu entitas atau perusahaan. Konsolidasi diharuskan jika suatu perusahaan memiliki mayoritas saham beredar dari perusahaan lain. Konsolidasi juga dapat diterapkan untuk beberapa situasi lain dan tidak semua unit yang harus dikonsolidasi berbentuk perusahaan atau badan usaha yang bertujuan mendapatkan laba.

Dua perusahaan dianggap perusahaan dengan hubungan istimewa ketika perusahaan mengendalikan perusahaan lain atau kedua perusahaan berada dibawah pengendali yang sama perusahaan lain. Laporan keuangan konsolidasi umumnya dianggap lebih berguna dibanding laporan keuangan terpisah perusahaan individual jika perusahaan-perusahaan tersebut berhubungan istimewa.

Pengendalian

Pengendalian merupakan kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional untuk memperoleh manfaat. Dalam PSAK 4 lama paragraf 10, pengendalian terjadi jika memiliki lebih dari setengah kepemilikan, pengendalian. pengendalian ada ketika memiliki setengah atau kurang. jika terdapat :
  1. kekuasaan melebihi setengah hak suara sesuai perjanjian dengan investor lain.
  2. kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian.
  3. kekuasaan menunjuk atau mengganti sebagian besar dewan direksi atau organ pengatur setara.
Sedangakan pengendalian dalam PSAK 65 yaitu:
  1. Investor mengendalikan investee ketika investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee.
  2. Investor mengendalikan investee jika dan hanya investor memiliki seluruh hal berikut ini:
  • kekuasaan investee (lihat paragraf 10-14).
  • eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee (lihat paragraf 15-16).
  • kemampuan untuk menggunakan kekuasaanya atas investee untuk mempengaruhi: kekuasaan, kemampuan, eksposure atas hasil, dan pengendalian.

Kekuasaan

kekuasaan adalah hak yang ada saat ini yang memberikan kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan. penenetuan apakah investor memeiliki kekuasaan bergantung pada aktivitas relevan, cara keputusan mengenai aktivitas relevan dibuat dan hak investor dan pihak lain yang dimiliki dalam kaitannya dengan investee.

kekuasaan timbul dari hak penaksiran kekuasaan mudah ketika berasal instrumen ekuitas. hak tersebut termasuk:
  • hak suara
  • hak suara potensial
  • hak menunjuk personil manajemen kuno.
  • hak pengambilan keputusan dalam kontrak manajemen.
  • hak mengganti (kick-out)

Teknik dan Prosedur Konsolidasi

Yaitu dengan menggabungkan LK entitas induk dan entitas anak= menjumlahkan pos-pos sejenis dari aset, kewajiban ekuitas, penghasilan, dan beban. prosedur nya meliputi:
  1. Investasi entitas induk pada anak dengan porsi entitas atas ekuitas anak dieliminasi (goodwill muncul)
  2. Kepentingan nonpengendali diidentifikasi ekuitas (awal dan perubahan, laba/rugi)
  3. Saldo transaksi, penghasilan dan beban intra kelompok usaha dieliminasi secara penuh = belum direlisasi, dampak pajak penghasilan.
dalam praktik saat ini prosedur yang digunakan tidak hanya merupakan pendekatan induk perusahaan, tapi juga termasuk elemen pendekatan entitas. Jumlah dari aset bersih anak perusahaan yang diakui di neraca konsolidasi pada tanggal akuisisi pada praktiknya sama dengan pendekatan induk perusahaan. Penentuan laba bersih pada praktiknya mengikuti pendekatan induk perusahaan kecuali perlakuan transaksi antarperusahaan yang umumnya konsisten dengan pendekatan entitas.


ILUSTRASI PROSES KONSOLIDASI

konsep dasar yang diterapkan untuk untuk pembuatan laporan keuangan konsolidasi akan diilustrasikan dalam contoh berikut ini:

diasumsikan pada tanggal 1 Januari 20X1 , PT Indah membeli pada nilai buku semua saham biasa PT Andika. Pada akhir tahun 20X1, neraca dari kedua perusahaan tampak sebagai berikut :


Informasi tambahan terkait dengan PT Indah dan PT Andika adalah sebagai berikut:
  1. PT Indah menggunakan metode ekuitas dasar untuk mencatat investasi pada PT Andika. Akun Investasi dicatat pada nilai buku aset bersih PT Andika dan disesuaikan dengan bagian PT Indah atas laba dan dividen PT Andika.
  2. PT Andika berutang ke PT Indah senilai Rp1.000.000 pada akhir tahun.
  3. PT Andika membeli persediaan dari PT Indah senilai Rp6.000.000 selama tahun 20X1. persediaan tersebut mempunyai biaya perolehan awal Rp4.000.000 PT. Andika masih memegang persediaan tersebut pada akhir periode.

Berikut ini contoh dari laporan keuangan konsolidasian:

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian





Laporan Laba Rugi dan Pengahsilan Komprehensif Lain Konsolidasian



Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian



Laporan Arus Kas Konsolidasian




Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian






Referensi:

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2018. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 4 (Laporan 
     Keuangan Tersendiri).

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2018. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 65 
     (Laporan Keuangan Konsolidasian).

Baker, Richard. dkk. 2016. Akuntansi Keuangan Lanjutan. Salemba Empat

Dr. Dwi Martani. https://staff.blog.ui.ac.id/martani/

Rabu, 09 Oktober 2019

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) 2

LAPORAN ARUS KAS


Riwayat PSAK 2

PSAK 2 (2009) :

  • per 1 Januari 2009 Laporan Arus Kas mengadopsi IAS 7 Statement of Cash Flow. 
  • tanggal 22 Desember 2009 disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI).
  • PSAK 2 (2009) menggantikan PSAK 2 (1994).

Penyesuaian PSAK 2 (2014) :

  • efektif per 1 Januari 2014 penyesuaian PSAK 2 (2014) mengadopsi IAS 7.
  • tanggal 27 Agustus 2017 disahkan oleh DSAK IAI.

Amandemen PSAK 2 :

  • efektif per 1 Januari 2014 Prakarsa Pengungkapan mengadopsi Amandemen IAS 7 Disclosure Initiatives.
  • tanggal 28 september 2016 disahkan oleh DSAK IAI.
  • mensyaratkan entitas menyediakan pengungkapan agar penggguna laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan, termasuk perubahan dari arus kas maupun perubahan non kas.


PENDAHULUAN

Informasi arus kas entitas berguna dalam menyediakan pengguna laporan keuangan dasar untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas. tujuan PSAK 2 mensyaratkan ketentuan informasi mengenai perubahan historis dalam kas dan setara kas suatu entitas melalui laporan arus kas yang diklasifikasi berdasarkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama suatu periode.

Ruang Lingkup 

  1. Entitas menyusun laporan arus kas sesuai persyaratan dalam pernyataan ini dan menyajikan laporan tersebut sebagai bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan setiap periode penyajian laporan keuangan.
  2. Dikosongkan
  3. Pengguna laporan keuangan entitas berkepentingan dalam mengetahui bagaimana entitas menghasilkan dan menggunakan kas dan setara kas. Entitas membutuhkan kas untuk melaksanakan usahanya, melunasi kewajiban, dan membagikan dividen kepada investor. oleh karena itu, seluruh entitas harus menyajikan laporan arus kas.
Manfaat Informasi Arus Kas
  1. Informasi arus kas berguna untuk pengguna mengevaluasi perubahan dalam aset neto entitas, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas)
  2. Informasi arus kas berguna untuk menilai kemampuan entitas menghasilkan kas dan setara kas.
  3. Informasi arus kas berguna meningkatkan keterbandingan pelaporan kinerja operasi dengan meniadakan dampak penggunaan perlakuan akuntansi yang berbeda terhadap transaksi dan peristiwa yang sama.
  4. Informasi arus kas historis berguna sebagai indikator dari jumlah, waktu dan kepastian arus kas masa depan, serta berguna dalam meneliti ketepatan penilaian masa lalu atas arus kas masa depan dan menguji hubungan profitabilitas dengan arus kas neto dan dampak perubahan harganya.
Definisi
  • Aktivitas investasi ialah perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas
  • Aktivitas Operasi ialah aktivitas penghasil utama pendapatan dan aktivitas lain yang bukan aktivitas investasi dan pendanaan.
  • Aktivitas Pendanaan ialah aktivitas yang mengakibatkan perubahan jumlah serta komposisi kontribusi ekuitas dan pinjaman entitas. 
  • Arus kas ialah arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas.
  • Kas ialah terdiri dari saldo kas dan rekening giro
  • Setara Kas ialah investasi yang sifatnya sangat likuid dan berjangka pendek.
Kas dan Setara Kas

Tujuan setara kas adalah memenuhi komitmen kas jangka pendek. setara kas memenuhi kualifikasi jika investasi dapat segera dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki rasio perubahan nilai tidak signifikan. Pada umumnya setara kas akan memenuhi kualifikasi tersebut hanya jika segera jatuh tempo. Pinjaman bank umumnya juga dipertimbangkan sebagai aktivitas pendanaa, tetapi beberapa negara cerukan (bank overdraft) yang dibayarkan berdasarkan permintaan adalah bagian tak terpisahkan dari pengelolaan kas. maka cerukan termasuk komponen kas dan setara kas.

Arus kas tidak termasuk perpindahan pos-pos yang termasuk kas dan setara kas, karena komponen tersebut termasuk bagian pengelolan kas entitas bukan bagian aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. pengelolaan kas termasuk investasi atas kelebihan kas dalam setara kas.


PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS

Laporan arus kas melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasikan dalam tiga aktivitas yaitu:

Aktivitas Operasi

Jumlah arus kas yang ditimbulkan aktivitas operasi merupakan indikator utama menentukan apakah operasi entitas menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi entitas, membayar dividen dan melakukan investasi baru tanpa bantuan sumber pendanaan dari luar. 
arus kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi seperti:
  1. Penerimaan kas dari penjualan barang atau pemberian jasa;
  2. Penerimaan kas dari royalti, fees, komisi dan pendapatan lain;
  3. Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa;
  4. Penerimaan dan pembayaran kas oleh entitas asuransi sehubungan dengan premi, klaim, anuitas dan manfaat polis lain;
  5. Penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang dimiliki untuk diperdagangkan atau perjualbelikan.
Aktivitas Investasi

pengungkapan terpisah arus kas yang ditimbulkan aktivitas investasi sangat penting dalam merepresentasikan sejauh mana pengeluaran yang terjadi untuk sumber daya diintensikan menghasilkan penghasilan dan arus kas masa depan. beberapa contoh arus kas yang timbul dari aktivitas investasi:
  1. Pembayaran kas untuk memperoleh aset tetap, aset takberwujud dan aset jangka panjang lain;
  2. Penerimaan kas dari penjualan aset tetap, aset takberwujud dan aset jangka panjang lain;
  3. Pembayaran kas untuk memperoleh instrumen utang atau ekuitas entitas lain dan kepentingan dalam ventura bersama;
  4. Penerimaan kas untuk memperoleh instrumen utang atau ekuitas entitas lain dan kepentingan dalam ventura bersama;
  5. Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain. (selain uang muka atau pinjaman dari lembaga keuangan).
Aktivitas Pendanaan

Pengungkapan terpisah atas arus kas yang ditimbulkan aktivitas pendanaan juga penting dalam memprediksi klaim arus kas masa depan oleh para penyedia modalentitas. berikut ini beberapa contoh arus kas yang ditimbulkan aktivitas pendanaan:
  1. Penerimaan kas dari penerbitan saham;
  2. Pembayaran kas kepada pemilik untuk memperoleh atau menebus saham entitas;
  3. Penerimaan kas dari penerbitan obligasi, pinjaman, wesel, hipotek dan pinjaman jangka pendek juga jangka panjang;
  4. Pelunasan pinjaman; dan
  5. Pembayaran kas oleh lessee untuk mengurangi saldo liabilitas terkait sewa pembiayaan.


PELAPORAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Berikut ini merupakan salah satu metode yang digunakan entitas dalam pelaporan arus kas dari aktivitas operasi :
  • Metode langsung, dalam metode ini kelompok utama penerimaan dan pembayaran kas bruto diungkapkan; atau
  • Metode tidak langsung, dalam metode ini laba atau rugi disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh transaksi nonkas, penangguhan atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu atau masa depan, dan pos penghasilan atau beban yang berhubungan dengan arus kas investasi atau pendanaan.
Namun entitas dianjurkan menggunakan metode langsung, karena metode ini menyediakan informasi yang berguna untuk mengestimasi arus kas masa depan yang tidak dapat dihasilkan metode tidak langsung. Informasi mengenai kelompok utama atas penerimaan dan pembayaran kas bruto dapat ditentukan:
  1. Dari catatan akuntansi entitas; atau
  2. Dengan menyesuaikan penjualan, beban pokok penjualan dan pos-pos lain dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk:
          (i)   Perubahan persediaan, piutang usaha dan utang usaha selama periode
                 berjalan;
          (ii)  Pos nonkas lain; dan
          (iii) Pos lain dimana kasnya berdampak pada arus kas investasi dan pendanaan.

Sedangkan dalam metode tidak langsung, arus kas neto dari aktivitas operasi ditentukan dengan menyesuaikan laba atau rugi neti dari dampak:
  1. Perubahan persediaan, piutang usaha dan utang usaha selama periode berjalan;
  2. Pos nonkas seperti penyusutan, provisi, pajak tangguhan, keuntungan dan kerugian valuta asing yang belum direalisasi. serta laba entitas asosiasi yang belum didistribusikan; dan
  3. seluruh pos lain dimana kasnya berdampak pada arus kas investasi dan pendanaan.


PELAPORAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI DAN PENDANAAN

Entitas melaporkan secara terpisah kelompok utama penerimaan dan pembayaran kas bruto yang timbul dari aktivitas investasi dan pendanaan, kecuali arus kas yang dideskripsikan dalam paragraf pelaporan arus kas atas dasar arus kas neto.


PELAPORAN ARUS KAS ATAS DASAR ARUS KAS NETO

Arus kas yang ditimbulkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan seperti berikut dapat dilaporkan atas dasar arus kas neto:
  1. Penerimaan dan pembayaran kas untuk kepentingan pelanggan, jika arus kas lebih mencerminkan aktivitas pelanggan daripada aktivitas entitas, contohnya seperti: (a) penerimaan dan pelunasan rekening giro, dan (b) dana pelanggan yang dikelola entitas investasi.
  2. Penerimaan dan pembayaran kas untuk pos-pos dengan perputaran cepat, jumlah yang besar dan jangka waktu singkat. contohnya seperti : (a) jumlah pokok yang berhubungan dengan kartu kredit nasabah, dan (b) pembelian dan penjualan investasi.
Sedangkan Arus kas yang ditimbulkan aktivitas lembaga keuangan dapat dilaporkan atas dasar arus kas neto, yaitu:
  1. Penerimaan dan pembayaran kas sehubungan penerimaan dan pelunasan deposito berjangka dengan jatuh tempo tetap;
  2. Penempatan dan penarikan deposito pada dan dari lembaga keuangan lain; dan
  3. Pemberian dan pelunasan uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada nasabah.


ARUS KAS DALAM VALUTA ASING

Arus kas yang ditimbulkan transaksi valuta asing dicatat dalam mata uang fungsional dengan mengalikan jumlah valuta asing dengan kurs antara mata uang fungsional dengan valuta asing pada tanggal transaksi arus kas. Sedangkan arus kas entitas anak di luar negeri dijabarkan berdasarkan kurs antara mata uang fungsional dengan valuta asing pada tanggal transaksi arus kas. 

Arus kas yang didominasi oleh valuta asing dilaporkan dengan cara konsisten sesuai PSAK 10: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing. PSAK 10 mengizinkan penggunaan kurs yang mendekati kurs aktual, akan tetapi ketika menjabarkan arus kas entitas anak luar negeri tidak mengizinkan penggunaan kurs pada akhir periode pelaporan.

Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi yang ditimbulkan perubahan kurs valuta asing bukan termasuk arus kas, tetapi dampak perubahan kurs atas kas dan setara kas dilaporkan dalam laporan arus kas untuk merekonsiliasi saldo awal dan akhir dari kas dan setara kas.


BUNGA DAN DIVIDEN

Arus kas dari bunga dan dividen yang diterima dan dibayarkan diungkapkan secara terpisah, masing-masing diklasifikasikan dengan konsisten antar periode dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Jumlah bungan yang dibayarkan pada suatu periode diungkapkan dalam laporan arus kas baik yang telah diakui beban dalam laba rugi atau yang dikapitalisasi sesuai PSAK 26: Biaya Pinjaman. 

Bunga yang dibayarkan, bunga yang diterima dan dividen yang diterima lembaga keuangan biasanya diklasifikasikan dalam arus kas operasi, karena dapat mempengaruhi laba rugi. sebagai alternatif, bunga yang dibayarkan serta bunga dan dividen yang diterima dapat diklasifikasikan pada arus kas pendanaan dan investasi karena merupakan biaya perolehan sumber daya keuangan atau imbal hasil investasi.

Deviden yang dibayarkan juga dapat diklasifikasikan sebagai arus kas pendanaan karena merupakan biaya perolehan sumber daya keuangan.


PAJAK PENGHASILAN

Arus kas yang ditimbulkan dari pajak penghasilan diungkapkan terpisah dan diklasifikasikan sebagai arus kas aktivitas operasi, kecuali dapat diidentifikasikan dengan spesifik sebagai aktivitas pendanaan dan investasi.

Pajak penghasilan dikenakan dari transaksi yang menghasilkan arus kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dalam laporan arus kas. Beban pajak penghasilan sangat mudah diidentifikasikan dengan aktivitas investasi dan pendanaan jika arus kas pajak dapat diidentifikasikan secara praktis dengan transaksi individual yang menimbulkan arus kas, namun arus kas pajak penghasilan yang bersangkutan seringkali tidak praktis diidentifikasikan. oleh sebab itu, pajak yang dibayarkan biasanya diidentifikasikan dengan arus kas dari aktivitas operasi.


INVESTASI PADA ENTITAS ANAK, ENTITAS ASOSIASI DAN VENTURA BERSAMA

Jika akuntansi digunakan investasi pada entitas asosiasi, ventura bersama atau entitas anak dicatat menggunakan metode ekuitas atau metode biaya, maka investor membatasi pelaporannya hanya pada arus kas yang terjadi antara investor dan investee.

entitas yang melaporkan bagian kepentingannya dalam entitas asosiasi atau ventura bersama dengan metode ekuitas memasukkan dalam laporan arus kasnya.


PERUBAHAN KEPEMILIKAN ATAS KEPENTINGAN PADA ENTITAS ANAK DAN BISNIS LAIN

Gabungan arus kas yang ditimbulkan perolehan dan kehilangan pengendalian atas entitas anak atau bisnis lain disajikan terpisah dan diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi. Oleh karena itu, secara gabungan entitas mengungkapkan hal-hal yang berkaitan dengan perolehan dan kehilangan pengendalian atas entitas anak dan bisnis lain selama suatu periode, diantaranya:
  1. Jumlah imbalan yang dibayarkan atau diterima;
  2. Bagian dari imbalan yang terdiri dari kas dan setara kas;
  3. Jumlah kas dan setara kas dalam entitas anak atau bisnis lain di mana pengendalian diperoleh atau hilang;
  4. Jumlah aset dan liabilitas selain kas atau setara kas dalam entitas anak atau bisnis lain di mana pengendalian diperoleh atau hilang, diringkas sesuai kategori utamanya.
Entitas investasi didefinisikan dalam PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian tidak perlu menerapkan bagian (3) dan (4). Penyajian tersendiri atas dampak arus kas perolehan dan kehilangan pengendalian entitas anak dan bisnis lain sebagai pos tunggal dengan pengungkapan tersendiri atas jumlah aset dan liabilitas dapat membantu membedakan arus kas tersebut dengan arus kas yang ditimbulkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Jumlah gabungan kas yang dibayarkan atau diterima sebagai imbalan dilaporkan dalam laporan arus kas neto dan setara kas yang diperoleh atau dilepaskan. Arus kas yang ditimbulkan perubahan kepemilikan atas kepentingan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan kehilangan pengendalian diklasifikasikan sebagai arus kas aktivitas pendanaan, kecuali entitas anak dimiliki oleh entitas investasi.

Perubahan kepemilikan atas kepentingan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan kehilangan pengendalian seperti pembelian atau penjualan dan instrumen ekuitas entitas anak oleh entitas induk, dicatat sebagai transaksi ekuitas.


TRANSAKSI NONKAS

Beberapa aktivitas investasi dan pendanaan tidak berpengaruh langsung terhadap arus kas kini meskipun mempengaruhi struktur aset serta modal entitas. Transaksi nonkas tidak dimasukkan dalam laporan keuangan arus kas, hal ini konsisten dengan tujuan laporan arus kas.
Contoh transaksi nonkas adalah sebagai berikut:

  1. Perolehan aset baik kredit atau melalui sewa pembiayaan;
  2. Akuisisi suatu entitas melalui penerbitan instrumen ekuitas; dan
  3. konversi utang menjadi ekuitas.

PERUBAHAN PADA LIABILITAS YANG TIMBUL DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Entitas menyediakan pengungkapan yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi perubahan pada liabilitas yang ditimbulkan aktivitas pendanaan, termasuk perubahan dari arus kas maupun nonkas.

sepanjang diperlukan untuk memenuhi persyaratan dalam paragraf diatas ,entitas mengungkapkan perubahan pada liabilitas yang ditimbulkan aktivitas pendanaan sebagai berikut:
  1. Perubahan dari arus kas pendanaan;
  2. Perubahan yang ditimbulkan dari perolehan atau kehilangan pengendalian entitas anak atau bisnis lain;
  3. Dampak perubahan tingkat kurs valuta asing;
  4. Perubahan pada nilai wajar;
  5. Perubahan lainnya.
Liabilitas yang ditimbulkan aktivitas pendanaan adalah liabilitas yang arus kas atau arus kas masa depan diklasifikasikan pada laporan arus kas sebagai arus kas dari aktivitas pendanaan. Salah satu cara memenuhi persyaratan pengungkapan tersebut diatas ialah dengan menyediakan rekonsiliasi antara saldo awal dan akhir pada laporan posisi keuangan untuk liabilitas yang ditimbulkan aktivitas pendanaan.


KOMPONEN KAS DAN SETARA KAS

Entitas mengungkapkan komponen kas dan setara kas serta menyajikan rekonsiliasi jumlah tersebut dalam laporan arus kas dengan pos yang sama, yang dilaporkan dalam posisi keuangan.  Agar keanekaragaman praktik pengelolaan kas dan pengaturan perbankan diseluruh dunia sesuai PSAK 1, maka entiktas mengungkapkan kebijakan yang diadopsi untuk menentukan komposisi kas dan setara kas.


PENGUNGKAPAN LAIN

Entitas mengungkapkan jumlah saldo kas dan setara kas signifikan yang tidak dapat digunakan kelompok usaha, beserta komentar manajemen. Tetapi dalam keadaan tertentu saldo kas dan setara kas  yang dimiliki entitas tidak dapat digunakan kelompok usaha.
Pengungkapan informasi tambahan yang relevan beserta komentar manajemen, dianjurkan dan mencakup:
  1. jumlah fasilitas pinjaman yang belum digunakan dan mungkin tesedia untuk aktivitas operasi masa depan;
  2. diskosongkan;
  3. jumlah gabungan arus kas yang mencerminkan peningkatan kapasitas operasi yang terpisah dari arus kas yang diperlukan mempertahankan kapasitas operasi; dan
  4. jumlah arus kas yang ditimbulkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.dari setiap segmen yang dilaporkan.
Pengungkapan terpisah arus kas yang mencerminkan peningkatan kapasitas operasi dan arus kas yang diperlukan memelihara kapasitas operasi berguna bagi pengguna dalam menentukan investasi yang dilakukan emtitas sudah memadai dalam pemeliharaan kapasitas operasinya.

Sedangkan pengungkapan arus kas secara segmen memungkinkan pengguna memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan arus kas bisnis sebagai suatu keseluruhan dan bagian komponen serta ketersediaan dan keragaman arus kas.


TANGGAL EFEKTIF

Entitas menerapkan pernyataan ini untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011.

Entitas menerapkan penyesuaian untuk periode  tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2015.

Amandemen PSAK 2 menambahkan tentang paragraf perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan yang diterapkan untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2018.


PENARIKAN 

Pernyataan ini menggantikan PSAK 2 (2009): Laporan Arus Kas 


Jumat, 04 Oktober 2019

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) 1 BAGIAN 2


Bagian 2

STRUKTUR DAN ISI

Pendahuluan
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1 mensyaratkan pengungkapan tertentu dalam laporan posisi keuangan atau laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, juga mensyaratkan pengungkapan dari pos-pos lain dalam laporan keuangan tersebut atau catatan atas laporan keuangan . PSAK 2: Laporan Arus Kas mengatur persyaratan untuk penyajian informasi arus kas.
Pada bagian 2 ini terdapat 5 laporan keuangan yang akan dibahas diantaranya:

  1. Laporan Posisi Keuangan;
  2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain;
  3. Laporan Perubahan Ekuitas;
  4. Laporan Arus Kas; dan
  5. Catatan atas Laporan Keuangan.

Identifikasi Laporan Keuangan
SAK hanya berlaku untuk laporan keuangan, tidak untuk informasi lain dalam laporan tahunan, oleh karena itu pengguna harus dapat membedakan mana informasi yang disusun sesuai SAK dan mana informasi lain yang bermanfaat bagi pengguna tetapi subjek nya bukan disyaratkan oleh SAK.
Berikut ini adalah tambahan dalam penyajian informasi secara jelas oleh entitas agar dapat dipahami :
  1. nama entitas pelapor atau identitas lain, dan setiap perubahan informasi tersebut dari akhir periode pelaporan terdekat sebelumnya;
  2. apakah laporan keuangan merupakan laporan keuangan satu entitas atau suatu kelompok entitas;
  3. tanggal akhir periode pelaporan atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan;
  4. mata uang penyajian sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 10: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing; dan
  5. level pembulatan yang digunakan dalam penyajian jumlah dalam laporan keuangan.

Agar dapat dipahami dengan jelas, maka pada umumnya entitas dalam menyusun laporan keuangan ketika menyajikan informasi mata uang disajika dalam ribuan atau jutaan. Hal ini diperkenankan hanya sepanjang entitas mengungkapkan level pembulatan bukan untuk menghilangkan informasi yang material.

1. Laporan Posisi Keuangan

Informasi yang Disajikan Dalam Laporan Posisi Keuangan
Laporan posisi keuangan menyajikan jumlah pos-pos berikut:

  • aset tetap;
  • properti investasi;
  • aset takberwujud;
  • aset keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan pada (5), (8) dan (9);
  • investasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas;
  • aset biologis dalam ruang lingkup PSAK 69: Agrikultur;
  • persediaan;
  • piutang usaha dan piutang lain;
  • kas dan setara kas;
  • total aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual, dan aset yang termasuk kelompok lepasan yang diklasifikasikan dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan;
  • utang usaha dan utang lain;
  • provisi;
  • liabilitas keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan pada (11) dan (12);
  • liabilitas dan aset untuk pajak kini, terdapat dalam definisi PSAK 46: Pajak dan Penghasilan;
  • liabilitas dan aset pajak tangguhan, terdapat dalam definisi PSAK 46;
  • liabilitas yang termasuk kelompok lepasan yang diklasifikasikan dimiliki untuk dijual sesuai PSAK  58;
  • kepentingan nonpengendali, disajikan sebagai bagian dari ekuitas; dan
  • modal saham dan cadangan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk.

Ketika entitas menyajikan subtotal dalam laporan keuangan secara relevan untuk pemahaman posisi keuangan, maka  subtotal tersebut:
a. berisi pos-pos yang berasal dari jumlah yang diakui dan diukur sesuai dengan PSAK;
b. disajikan dan diberi judul, sehingga pos-pos subtotal tersebut menjadi jelas dan dapat 
    dipahami;
c. konsisten dari suatu periode ke periode lain, sesuai dengan penyajian dan klarifikasi 
    pos-pos dalam laporan keuangan yang tertera pada paragraf 45, dan;
d. tidak lebih diutamakan daripada subtotal dan total yang disyaratkan PSAK untuk 
    laporan posisi keuangan.

Beberapa pernyataan dibawah ini tidak mengatur susunan atau format penyajian pos-pos, sebagai tambahan:
a. pos disajikan tersendiri jika ukuran, sifat atau fungsi pos tersebut atau penggabungan 
    pos-pos yang sama menyebabkan penyajian tersendiri menjadi relevan.
b. deskripsi yang digunakan dan urutan pos-pos atau penggabungan pos-pos yang sama 
    dapat diubah sesuai dengan sifat entitas dan transaksinya untuk menyediakan 
    informasi yang relevan.
Hal-hal berikut perlu dipertimbangkan entitas dalam penyajian pos-pos tambahan secara tersendiri yang didasarkan pada penilain dari:
a. sifat dan likuiditas aset;
b. fungsi aset dalam entitas; dan
c. jumlah, sifat dan jangka waktu liabilitas.

Pembedaan Aset Lancar dan Tidak Lancar serta Liabilitas Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Entitas menyajikan aset lancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka panjang sebagai klasifikasi tersendiri dalam laporan posisi keuangan, jika penyajiannya berdasarkan likuiditas dengan informasi relevan dan andal maka entitas menyajikan seluruh aset dan liabilitas berdasarkan urutan likuiditas.
Jika entitas menyediakan barang dan jasa dalam siklus operasi yang dapat diidentifikasi secara jelas, maka klasifikasi tersendiri atas aset lancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jagka panjang memberikan informasi yang bermanfaat dengan membedakan aset neto yang digunakan terus menerus sebagai modal kerja dari aset neto yangdigunakan dalam operasi entitas jangka panjang.
Beberapa entitas seperti institusi keuangan, penyajian aset dan liabilitas berdasarkan urutan likuiditas menyediakan informasi lebih relevan dan andal dibandingkan penyajian berdasarkan lancar dan tidak lancar atau jangka pendek dan jangka panjang.

Aset Lancar
Aset diklasifikasikan dalam aset lancar, apabila:
a) entitas memperkirakan merealisasi aset, atau memiliki intensi untuk menjual atau
    menggunakannya dalam siklus operasi normal;
b) entitas memiliki aset untuk diperdagangkan;
c) entitas memperkirakan merealisasi aset dalam jangka waktu dua belas bulan setelah 
    periode pelaporan;
d) aset merupakan kas atau setara kas.
Sedangkan aset diklasifikasikan dalam aset tidak lancar jika tidak termasuk dalam kriteria di atas.

Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek, apabila:
(a) entitas memperkirakan menyelesaikan liabilitas dalam siklus operasi normal;
(b) entitas memiliki liabilitas untuk diperdagangkan;
(c) liabilitas tersebut jatuh tempo penyelesaian dalam jangka waktu dua belas bulan
      setelah periode pelaporan;
(d) entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas 
      selama sekurang-kurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan.
Akan tetapi, liabilitas diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang, jika pemberi pinjaman menyetujui pada akhir periode pelaporan menyediakan tenggang waktu pembayaran yang berakhir sekurang-kurangnya selama periode pelaporan.

Informasi yang Disajikan dalam Laporan Keuangan atau Catatan atas Laporan Keuangan
Pengungkapan dalam laporan posisi keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan, subklasifikasi pos-pos, diklasifikasikan dengan cara tepat sesuai dengan operasi entitas. Subklasifikasi bergantung pada SAK, serta ukuran, sifat dan fungsi. Oleh karena itu pengungkapan tiap-tiap pos berbeda, seperti:
a. pos-pos aset tetap dipisahkan sesuai PSAK 16;
b. piutang dipisahkan menjadi jumlah piutang usaha, piutang pihak yang berelasi dan 
    pembayaran dimuka;
c. persediaan dipisahkan sesuai PSAK 14;
d. provisi dipisahkan menjadi provisi imbalan kerja dan provisi lain; dan
e. modal ekuitas dan cadangan dipisahkan menjadi berbagai kelas seperti modal disetor, 
    tambahan modal disetor dan cadangan.
Berikut ini adalah hal-hal yang diungkapkan entitas dalam laporan posisi keuangan, laporan perubahan ekuitas dan catatan atas laporan keuangan, yaitu:
a. untuk setiap jenis modal saham:
( i ). jumlah saham modal dasar;
( ii). jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh, dan yang diterbitkan tapi 
        tidak disetor penuh;
(iii). nilai nominal saham, atau nilai dari saham yang tidak memiliki nilai nominal;
(iv ). rekonsiliasi jumlah saham yang beredar awal dan akhir periode;
( v ). hak, keistimewaan dan pembatasan yang melekat pada setiap kelas saham;
(vi ). saham entitas yang dimiliki oleh entitas itu sendiri, entitas anak dan atau 
         entitas asosiasi;
(vii). saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak 
         penjualan saham termasuk jumlah dan persyaratan; dan
b. deskripsi mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas.

Jika entitas mereklasifikasi:
(a) instrumen keuangan dengan fitur opsi jual yang diklasifikasikan sebagai instrumen 
     ekuitas; atau
(b) instrumen yang mensyaratkan kewajiban kepada entitas untuk menyerahkan kepada 
      pihak lain bagian prorata aset neto entitas hanya pada saat likuidasi dan 
      diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas antara liabilitas keuangan dan ekuitas, 
      maka entitas mengungkapkan jumlah yang direklasifikasi ke dalam dan keluar 
      setiap kategori (liabilitas keuangan atau ekuitas), serta waktu dan alasan reklasifikasi.

2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain

Ada beberapa tambahan dalam penyajian laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, yaitu:
a. laba rugi;
b. total penghasilan komprehensif lain;
c. penghasilan komprehensif untuk periode berjalan yaitu total laba rugi dan 
    penghasilan komprehensif lain.
Laba rugi dan penghasilan komprehensif selama periode yang dapat diatribusikan kepada:
(i) kepentingan nonpengendali; dan
(ii) pemilik entitas induk.
Merupakan pos-pos yang disajikan oleh entitas sebagai tambahan atas bagian laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

Informasi yang Disajikan dalam Bagian Laba Rugi atau Laporan Laba Rugi
Pos-pos yang disajikan dalam laporan laba rugi adalah:
a. pendapatan;
b. biaya keuangan;
c. bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang dicatat dengan 
    metode ekuitas;
d. beban pajak;
e. dikosongkan;
ea. Jumlah tunggal untuk total operasi yang dihentikan;
f-i. dikosongkan.

Informasi yang Disajikan dalam Bagian Penghasilan Komprehensif Lain
Pos-pos yang disajikan adalah sebagai berikut;
  a. pos-pos penghasilan komprehensif lain (selain jumlah dalam paragraf b), yang 
      diklasifikasikan berdasarkan sifat dan dikelompokkan sesua SAK;
                (i) tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi;
   (ii) akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika kondisi tertentu 
            terpenuhi;
b. bagian penghasilan komprehensif lain atas entitas asosiasi dan ventura bersama yang 
    dicatat menggunakan metode ekuitas, dipisahkan ke dalam bagian pos 
    berdasarkan SAK:
                (i) tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi;
   (ii) akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika kondisi tertentu 
             terpenuhi.

Laba Rugi Selama Periode
SAK menentukan keadaan kapan entitas mengakui pos-pos tertentu di luar laba rugi dalam periode berjalan. SAK mensyaratkan atau mengizinkan komponen penghasilan komprehensif lain yang memenuhi definisi penghasilan atau beban dalam Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan untuk dikeluarkan dari laba rugi.

Penghasilan Komprehensif Lain Selama Periode
Entitas dapat menyajikan komponen penghasilan komprehensif lain:
a. secara neto dari dampak pajak terkait, atau
b. sebelum dampak pajak terkait diserta jumlah yang menunjukkan gabungan jumlah 
    pajak penghasilan yang terkait dengan pos tersebut.

SAK menjelaskan apakah dan kapan jumlah yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi. Pernyataan reklasifikasi disebut sebagai penyesuaian reklasifikasi. Penyesuaian ini dimasukkan dalam komponen penghasilan komprehensif lain yang terkait pada periode dimana penyesuaian direklasifikasikan ke laba rugi.
Penyesuaian reklasifikasi tidak dilakukan pada perubahan surplus revaluasi yang diakui berdasarkan PSAK 16: Aset Tetap atau PSAK 19: Aset Takberwujud. Komponen tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. Perubahan surplus revaluasi dapat dialihkan ke saldo laba pada periode berikutnya ketika aset tersebut digunakan atau dihentikan pengakuannya.

Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain atau dalam Catatan atas Laporan Keuangan
Ketika pos-pos penghasilan atau beban adalah material, maka entitas mengungkapkan sifat dan jumlahnya secara tersendiri. Keadaan yang menyebabkan pengungkapan secara tersendiri men cakup:
(a) penurunan persediaan menjadi nilai realisasi neto atau penurunan aset tetap menjadi 
     jumlah terpulihkan;
(b) restrukturisasi aktivitas entitas dan pembalikan provisi biaya restrukturisasi.
(c) pelepasan aset tetap;
(d) pelepasan investasi;
(e) operasi yang dihentikan;
(f) penyelesaian tuntutan hukum; dan
(g) pembalikan provisi lain.
Entitas menyajikan analisis beban yang diakui dalam laba rugi dengan menggunakan klasifikasi berdasarkan sifat dan fungsi dalam entitas, mana yang dapat menyediakan informasi yang andal dan lebih relevan. Beban di subklasifikasikan untuk memberika penekanan pada komponen dari kinerja keuangan yang berbeda dalam frekuensi, potensi keuntungan atau kerugian dan kemampuan untuk dapat diprediksi. Entitas yang mengklasifikasikan beban berdasarkan fungsi mengungkapkan informasi tambahan tentang sifat beban, termasuk beban penyusutan dan amortisasi, dan beban imbalan kerja.

3. Laporan Perubahan Ekuitas

Informasi yang Disajikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas
a. total penghasilan komprehensif selam periode berjalan, yang menunjukkan secara 
   tersendiri jumah total yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan
   kepada kepentingan nonpengendali;
b. untuk setiap komponen ekuitas, dampak penerapan retrospektif atau penyajian 
    kembali secara retrospektif sesuai PSAK 25;
c. dikosongkan;
d. untuk setiap komponen ekuitas, rekonsiliasi antara jumlah tercatat pada awal dan 
    akhir periode, secara tersendiri mengungkapkan masing-masing perubahan yang 
    timbul dari:
            (i)  laba rugi;
           (ii)  penghasilan komprehensif lain; dan
          (iii)  transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagi pemilik, yang 
                  menunjukkan secara tersendiri kontribusi dari dan distribusi kepada 
                  pemilik dan perubahan hak kepemilikan atas kepentingan pada 
                  entitas anak yang tidak menyebabkan hilangnya pengendalian.

Informasi yang Disajikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas atau dalam Catatan atas Laporan Keuangan
Setiap komponen ekuitas, entitas menyajikan baik dalam laporan perubahan ekuitas atau dalam catatan atas laporan keuangan, analisis penghasilan komprehensif lain berdasarkan pos penghasilan komprehensif lain. Entitas juga menyajikan jumlah dividen yang diakui sebagai distribusi kepada pemilik selama periode, dan jumlah dividen per saham terkait.
Perubahan ekuitas entitas antara awal dan akhir periode pelaporan mencerminkan naik turunnya aset neto entitas selama periode. Sedangkan perubahan keseluruhan atas ekuitas selama periode mempresentasikan jumlah total penghasilan dan beban, termasuk keuntungan dan kerugian yang dihasilkan oleh aktivitas entitas selama periode tersebut.

4. Laporan Arus Kas
Informasi arus kas menyediakan dasar bagi pengguna laporan keuangan untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas dan kebutuhan entitas dalam menggunakan arus kas. Sebagaimana dalam PSAK 2: Laporan Arus Kas mengatur persyaratan penyajian dan pengungkapan informasi arus kas.

5. Catatan atas Laporan Keuangan

Struktur
Catatan atas laporan keuangan :
a. menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan 
    akuntansi spesifik yang digunakan;
b. mengungkapkan informasi yang disyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian 
    manapun dalam laporan keungan; dan
c. menyediakan informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan 
    keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan.

Dalam menentukan penyajian secara sistematis, entitas mempertimbangkan dampak terhadap keterpahaman dan keterbandingan laporan keungan.
Contoh pengurutan sistematis atau pengelompokkan catatan atas laporan keuangan meliputi:
a. mengutamakan area aktivitas yang dianggap paling relevan oleh entitas untuk 
    memahami kinerja dan posisi keuangan;
b. mengelompokkan informasi tentang pos-pos yang diukur secara serupa;
c. mengikuti urutan pos-pos dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain 
    seperti:          
       (i)   pernyataan kepatuhan terhadap SAK;
       (ii)  kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan;
       (iii) informasi tambahan untuk pos-pos dalam laporan posisi keuangan dan laporan 
              laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan 
              laporan arus kas sesuai urutan penyajian laporan; dan
        (iv) pengungkapan lain termasuk liabilitas kontijensi dan pengungkapan informasi 
              nonkeuangan.

Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
Entitas mengungkapkan kebijakan akuntansi signifikan yang mencakup:
a. dasar pengukuran yang digunakan menyusun laporan keungan
Dasar pengukuran sangat penting diinformasikan kepada pengguna laporan  keuangan karena mempengaruhi analisis pengguna laporan keuangan secara signifikan.
b. kebijakan akuntansi lain yang diterapkan relevan untuk memahami laporan keuangan.
Ketika memutuskan apakah kebijakan tertentu diungkapkan, manajemen harus mempertimbangkan apakah pengungkapan tersebut akan membantu pengguna laporan keuangan memahami bagaimana transaksi, peristiwa dan kondisi lain tercermin dalam laporan kinerja dan posisi keuangan yang dilaporkan. Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi pun manajemen harus membuat berbagai pertimbangan yang secara signifikan dapat mempengaruhi jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

Sumber Ketidakpastian Estimasi
Entitas mengungkapkan informasi tentang asumsi mengenai masa depan, dan sumber lain dari ketidakpastian estimasi pda akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya. Berkaitan dengan aset dan liabilitas tersebut, catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas:
a. sifat; dan
b. jumlah tercatat pada akhir periode.
Asumsi dan sumber ketidakpastian estimasi seperti yang diungkapkan diatas terkait dengan estimasi yang mensyaratkan pertimbangan manajemen yang paling sulit, subjektif atau kompleks. Pengungkapannya tidak disyaratkan bagi aset dan liabilitas dengan risiko signifikan bahwa jumlah tercatat aset dan liabilitas dapat berubah secara material selama periode tahun berikutnya nika, pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas tersebut diukur dengan menggunakan nilai wajar berdasarkan pada harga kuotasian dalam pasar aktif untuk aset dan liabilitas identik.

Modal
Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi tujuan, kebijakan dan proses entitas dalam mengelola modal. Oleh karena itu, untuk mematuhi hal tersebut entitas mengungkapkan hal-hal berikut:
a. informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan dan proses entitas dalam mengelola 
    modal;
b. ringkasan data kuantitatif tentang apa yang dikelolanya sebagai modal;
c. setiap perubahan dalam (a) dan (b) dari periode sebelumny;
d. apakah selama periode entitas mematuhi setiap persyaratan permodalan eksternal;
e. ketika entitas tidak mematuhi persyaratan permodalan eksternal tersebut, 
    konsekuensi dari ketidakpatuhan tersebut.

Instrumen Keuangan yang Mempengaruhi Opsi Jual yang Diklasifikasikan sebagai Instrumen Ekuitas
Entitas mengungkapkan :
a. ringkasan data kuantitatif mengenai jumlah yang diklasifikasikan sebagai ekuitas;
b. tujuan, kebijakan dan proses untuk mengelola kewajibannya membeli kembali atau 
    menebus instrumen tersebut;
c. arus kas keluar yang diperkirakan dalam penebusan atau pembelin kembali kelas 
    instrumen keuangan; dan
d. informasi mengenai bagaimana penentuan arus kas keluar yang diperirakan dalam 
    penebusan atau pembelian kembali.

Pengungkapan Lain
Berikut hal-hal yang diungkapkan entitas dalam catatan atas laporan keuangan:
a. jumlah dividen yang diusulkan sebelum laporan keuangan diotorisasi untuk terbit 
   tapi tidak diakui sebagai distribusi kepada pemilik selama periode; dan
b. jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui.

Sedangkan berikut ini adalah hal-hal yang tidak diungkapkan dibagian manapun dalam informasi yang dipublikasikan:
a. domisili dan bentuk hukum, negara tempat pendirian dan alamat kantor pusat entitas;
b. deskripsi mengenai sifat operasi dan aktivitas utama entitas;
c. nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha;
d. bagi entitas yang memiliki umur terbatas, informasi tentang lama umur entitas.

TANGGAL EFEKTIF DAN KETENTUAN TRANSISI
Entitas menerapkan pernyataan ini untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2015.
Entitas menerapkan penyesuaian material sebagaimana yang dijelaskan pada paragraf sumber ketidakpastian Estimasi dan secara prospektif untuk periode tahun buku dimulai tanggal 1 Januari 2015.

PENARIKAN
Pernyataan ini menggantikan PSAK 1 (2009) tentang: Penyajian Laporan Keuangan.

PEDOMAN IMPLEMENTASI
Pada Pedoman Implementasi ini memang melengkapi, tetapi pedoman ini bukan bagian dari PSAK 1.

BERIKUT INI SAYA SERTAKAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PT. CAPITOL NUSANTARA INDONESIA Tbk 31 DESEMBER 2018


Laporan Posisi Keuangan






Laporan Laba Rugi dan Penghasilaan Komprehensif Lain




Laporan Perubahan Ekuitas



Laporan Arus Kas





Catatan atas Laporan Keuangan