Jumat, 04 Oktober 2019

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) 1 BAGIAN 2


Bagian 2

STRUKTUR DAN ISI

Pendahuluan
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1 mensyaratkan pengungkapan tertentu dalam laporan posisi keuangan atau laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, juga mensyaratkan pengungkapan dari pos-pos lain dalam laporan keuangan tersebut atau catatan atas laporan keuangan . PSAK 2: Laporan Arus Kas mengatur persyaratan untuk penyajian informasi arus kas.
Pada bagian 2 ini terdapat 5 laporan keuangan yang akan dibahas diantaranya:

  1. Laporan Posisi Keuangan;
  2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain;
  3. Laporan Perubahan Ekuitas;
  4. Laporan Arus Kas; dan
  5. Catatan atas Laporan Keuangan.

Identifikasi Laporan Keuangan
SAK hanya berlaku untuk laporan keuangan, tidak untuk informasi lain dalam laporan tahunan, oleh karena itu pengguna harus dapat membedakan mana informasi yang disusun sesuai SAK dan mana informasi lain yang bermanfaat bagi pengguna tetapi subjek nya bukan disyaratkan oleh SAK.
Berikut ini adalah tambahan dalam penyajian informasi secara jelas oleh entitas agar dapat dipahami :
  1. nama entitas pelapor atau identitas lain, dan setiap perubahan informasi tersebut dari akhir periode pelaporan terdekat sebelumnya;
  2. apakah laporan keuangan merupakan laporan keuangan satu entitas atau suatu kelompok entitas;
  3. tanggal akhir periode pelaporan atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan;
  4. mata uang penyajian sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 10: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing; dan
  5. level pembulatan yang digunakan dalam penyajian jumlah dalam laporan keuangan.

Agar dapat dipahami dengan jelas, maka pada umumnya entitas dalam menyusun laporan keuangan ketika menyajikan informasi mata uang disajika dalam ribuan atau jutaan. Hal ini diperkenankan hanya sepanjang entitas mengungkapkan level pembulatan bukan untuk menghilangkan informasi yang material.

1. Laporan Posisi Keuangan

Informasi yang Disajikan Dalam Laporan Posisi Keuangan
Laporan posisi keuangan menyajikan jumlah pos-pos berikut:

  • aset tetap;
  • properti investasi;
  • aset takberwujud;
  • aset keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan pada (5), (8) dan (9);
  • investasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas;
  • aset biologis dalam ruang lingkup PSAK 69: Agrikultur;
  • persediaan;
  • piutang usaha dan piutang lain;
  • kas dan setara kas;
  • total aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual, dan aset yang termasuk kelompok lepasan yang diklasifikasikan dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan;
  • utang usaha dan utang lain;
  • provisi;
  • liabilitas keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan pada (11) dan (12);
  • liabilitas dan aset untuk pajak kini, terdapat dalam definisi PSAK 46: Pajak dan Penghasilan;
  • liabilitas dan aset pajak tangguhan, terdapat dalam definisi PSAK 46;
  • liabilitas yang termasuk kelompok lepasan yang diklasifikasikan dimiliki untuk dijual sesuai PSAK  58;
  • kepentingan nonpengendali, disajikan sebagai bagian dari ekuitas; dan
  • modal saham dan cadangan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk.

Ketika entitas menyajikan subtotal dalam laporan keuangan secara relevan untuk pemahaman posisi keuangan, maka  subtotal tersebut:
a. berisi pos-pos yang berasal dari jumlah yang diakui dan diukur sesuai dengan PSAK;
b. disajikan dan diberi judul, sehingga pos-pos subtotal tersebut menjadi jelas dan dapat 
    dipahami;
c. konsisten dari suatu periode ke periode lain, sesuai dengan penyajian dan klarifikasi 
    pos-pos dalam laporan keuangan yang tertera pada paragraf 45, dan;
d. tidak lebih diutamakan daripada subtotal dan total yang disyaratkan PSAK untuk 
    laporan posisi keuangan.

Beberapa pernyataan dibawah ini tidak mengatur susunan atau format penyajian pos-pos, sebagai tambahan:
a. pos disajikan tersendiri jika ukuran, sifat atau fungsi pos tersebut atau penggabungan 
    pos-pos yang sama menyebabkan penyajian tersendiri menjadi relevan.
b. deskripsi yang digunakan dan urutan pos-pos atau penggabungan pos-pos yang sama 
    dapat diubah sesuai dengan sifat entitas dan transaksinya untuk menyediakan 
    informasi yang relevan.
Hal-hal berikut perlu dipertimbangkan entitas dalam penyajian pos-pos tambahan secara tersendiri yang didasarkan pada penilain dari:
a. sifat dan likuiditas aset;
b. fungsi aset dalam entitas; dan
c. jumlah, sifat dan jangka waktu liabilitas.

Pembedaan Aset Lancar dan Tidak Lancar serta Liabilitas Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Entitas menyajikan aset lancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka panjang sebagai klasifikasi tersendiri dalam laporan posisi keuangan, jika penyajiannya berdasarkan likuiditas dengan informasi relevan dan andal maka entitas menyajikan seluruh aset dan liabilitas berdasarkan urutan likuiditas.
Jika entitas menyediakan barang dan jasa dalam siklus operasi yang dapat diidentifikasi secara jelas, maka klasifikasi tersendiri atas aset lancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jagka panjang memberikan informasi yang bermanfaat dengan membedakan aset neto yang digunakan terus menerus sebagai modal kerja dari aset neto yangdigunakan dalam operasi entitas jangka panjang.
Beberapa entitas seperti institusi keuangan, penyajian aset dan liabilitas berdasarkan urutan likuiditas menyediakan informasi lebih relevan dan andal dibandingkan penyajian berdasarkan lancar dan tidak lancar atau jangka pendek dan jangka panjang.

Aset Lancar
Aset diklasifikasikan dalam aset lancar, apabila:
a) entitas memperkirakan merealisasi aset, atau memiliki intensi untuk menjual atau
    menggunakannya dalam siklus operasi normal;
b) entitas memiliki aset untuk diperdagangkan;
c) entitas memperkirakan merealisasi aset dalam jangka waktu dua belas bulan setelah 
    periode pelaporan;
d) aset merupakan kas atau setara kas.
Sedangkan aset diklasifikasikan dalam aset tidak lancar jika tidak termasuk dalam kriteria di atas.

Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek, apabila:
(a) entitas memperkirakan menyelesaikan liabilitas dalam siklus operasi normal;
(b) entitas memiliki liabilitas untuk diperdagangkan;
(c) liabilitas tersebut jatuh tempo penyelesaian dalam jangka waktu dua belas bulan
      setelah periode pelaporan;
(d) entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas 
      selama sekurang-kurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan.
Akan tetapi, liabilitas diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang, jika pemberi pinjaman menyetujui pada akhir periode pelaporan menyediakan tenggang waktu pembayaran yang berakhir sekurang-kurangnya selama periode pelaporan.

Informasi yang Disajikan dalam Laporan Keuangan atau Catatan atas Laporan Keuangan
Pengungkapan dalam laporan posisi keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan, subklasifikasi pos-pos, diklasifikasikan dengan cara tepat sesuai dengan operasi entitas. Subklasifikasi bergantung pada SAK, serta ukuran, sifat dan fungsi. Oleh karena itu pengungkapan tiap-tiap pos berbeda, seperti:
a. pos-pos aset tetap dipisahkan sesuai PSAK 16;
b. piutang dipisahkan menjadi jumlah piutang usaha, piutang pihak yang berelasi dan 
    pembayaran dimuka;
c. persediaan dipisahkan sesuai PSAK 14;
d. provisi dipisahkan menjadi provisi imbalan kerja dan provisi lain; dan
e. modal ekuitas dan cadangan dipisahkan menjadi berbagai kelas seperti modal disetor, 
    tambahan modal disetor dan cadangan.
Berikut ini adalah hal-hal yang diungkapkan entitas dalam laporan posisi keuangan, laporan perubahan ekuitas dan catatan atas laporan keuangan, yaitu:
a. untuk setiap jenis modal saham:
( i ). jumlah saham modal dasar;
( ii). jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh, dan yang diterbitkan tapi 
        tidak disetor penuh;
(iii). nilai nominal saham, atau nilai dari saham yang tidak memiliki nilai nominal;
(iv ). rekonsiliasi jumlah saham yang beredar awal dan akhir periode;
( v ). hak, keistimewaan dan pembatasan yang melekat pada setiap kelas saham;
(vi ). saham entitas yang dimiliki oleh entitas itu sendiri, entitas anak dan atau 
         entitas asosiasi;
(vii). saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak 
         penjualan saham termasuk jumlah dan persyaratan; dan
b. deskripsi mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas.

Jika entitas mereklasifikasi:
(a) instrumen keuangan dengan fitur opsi jual yang diklasifikasikan sebagai instrumen 
     ekuitas; atau
(b) instrumen yang mensyaratkan kewajiban kepada entitas untuk menyerahkan kepada 
      pihak lain bagian prorata aset neto entitas hanya pada saat likuidasi dan 
      diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas antara liabilitas keuangan dan ekuitas, 
      maka entitas mengungkapkan jumlah yang direklasifikasi ke dalam dan keluar 
      setiap kategori (liabilitas keuangan atau ekuitas), serta waktu dan alasan reklasifikasi.

2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain

Ada beberapa tambahan dalam penyajian laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, yaitu:
a. laba rugi;
b. total penghasilan komprehensif lain;
c. penghasilan komprehensif untuk periode berjalan yaitu total laba rugi dan 
    penghasilan komprehensif lain.
Laba rugi dan penghasilan komprehensif selama periode yang dapat diatribusikan kepada:
(i) kepentingan nonpengendali; dan
(ii) pemilik entitas induk.
Merupakan pos-pos yang disajikan oleh entitas sebagai tambahan atas bagian laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

Informasi yang Disajikan dalam Bagian Laba Rugi atau Laporan Laba Rugi
Pos-pos yang disajikan dalam laporan laba rugi adalah:
a. pendapatan;
b. biaya keuangan;
c. bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang dicatat dengan 
    metode ekuitas;
d. beban pajak;
e. dikosongkan;
ea. Jumlah tunggal untuk total operasi yang dihentikan;
f-i. dikosongkan.

Informasi yang Disajikan dalam Bagian Penghasilan Komprehensif Lain
Pos-pos yang disajikan adalah sebagai berikut;
  a. pos-pos penghasilan komprehensif lain (selain jumlah dalam paragraf b), yang 
      diklasifikasikan berdasarkan sifat dan dikelompokkan sesua SAK;
                (i) tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi;
   (ii) akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika kondisi tertentu 
            terpenuhi;
b. bagian penghasilan komprehensif lain atas entitas asosiasi dan ventura bersama yang 
    dicatat menggunakan metode ekuitas, dipisahkan ke dalam bagian pos 
    berdasarkan SAK:
                (i) tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi;
   (ii) akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika kondisi tertentu 
             terpenuhi.

Laba Rugi Selama Periode
SAK menentukan keadaan kapan entitas mengakui pos-pos tertentu di luar laba rugi dalam periode berjalan. SAK mensyaratkan atau mengizinkan komponen penghasilan komprehensif lain yang memenuhi definisi penghasilan atau beban dalam Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan untuk dikeluarkan dari laba rugi.

Penghasilan Komprehensif Lain Selama Periode
Entitas dapat menyajikan komponen penghasilan komprehensif lain:
a. secara neto dari dampak pajak terkait, atau
b. sebelum dampak pajak terkait diserta jumlah yang menunjukkan gabungan jumlah 
    pajak penghasilan yang terkait dengan pos tersebut.

SAK menjelaskan apakah dan kapan jumlah yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi. Pernyataan reklasifikasi disebut sebagai penyesuaian reklasifikasi. Penyesuaian ini dimasukkan dalam komponen penghasilan komprehensif lain yang terkait pada periode dimana penyesuaian direklasifikasikan ke laba rugi.
Penyesuaian reklasifikasi tidak dilakukan pada perubahan surplus revaluasi yang diakui berdasarkan PSAK 16: Aset Tetap atau PSAK 19: Aset Takberwujud. Komponen tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. Perubahan surplus revaluasi dapat dialihkan ke saldo laba pada periode berikutnya ketika aset tersebut digunakan atau dihentikan pengakuannya.

Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain atau dalam Catatan atas Laporan Keuangan
Ketika pos-pos penghasilan atau beban adalah material, maka entitas mengungkapkan sifat dan jumlahnya secara tersendiri. Keadaan yang menyebabkan pengungkapan secara tersendiri men cakup:
(a) penurunan persediaan menjadi nilai realisasi neto atau penurunan aset tetap menjadi 
     jumlah terpulihkan;
(b) restrukturisasi aktivitas entitas dan pembalikan provisi biaya restrukturisasi.
(c) pelepasan aset tetap;
(d) pelepasan investasi;
(e) operasi yang dihentikan;
(f) penyelesaian tuntutan hukum; dan
(g) pembalikan provisi lain.
Entitas menyajikan analisis beban yang diakui dalam laba rugi dengan menggunakan klasifikasi berdasarkan sifat dan fungsi dalam entitas, mana yang dapat menyediakan informasi yang andal dan lebih relevan. Beban di subklasifikasikan untuk memberika penekanan pada komponen dari kinerja keuangan yang berbeda dalam frekuensi, potensi keuntungan atau kerugian dan kemampuan untuk dapat diprediksi. Entitas yang mengklasifikasikan beban berdasarkan fungsi mengungkapkan informasi tambahan tentang sifat beban, termasuk beban penyusutan dan amortisasi, dan beban imbalan kerja.

3. Laporan Perubahan Ekuitas

Informasi yang Disajikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas
a. total penghasilan komprehensif selam periode berjalan, yang menunjukkan secara 
   tersendiri jumah total yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan
   kepada kepentingan nonpengendali;
b. untuk setiap komponen ekuitas, dampak penerapan retrospektif atau penyajian 
    kembali secara retrospektif sesuai PSAK 25;
c. dikosongkan;
d. untuk setiap komponen ekuitas, rekonsiliasi antara jumlah tercatat pada awal dan 
    akhir periode, secara tersendiri mengungkapkan masing-masing perubahan yang 
    timbul dari:
            (i)  laba rugi;
           (ii)  penghasilan komprehensif lain; dan
          (iii)  transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagi pemilik, yang 
                  menunjukkan secara tersendiri kontribusi dari dan distribusi kepada 
                  pemilik dan perubahan hak kepemilikan atas kepentingan pada 
                  entitas anak yang tidak menyebabkan hilangnya pengendalian.

Informasi yang Disajikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas atau dalam Catatan atas Laporan Keuangan
Setiap komponen ekuitas, entitas menyajikan baik dalam laporan perubahan ekuitas atau dalam catatan atas laporan keuangan, analisis penghasilan komprehensif lain berdasarkan pos penghasilan komprehensif lain. Entitas juga menyajikan jumlah dividen yang diakui sebagai distribusi kepada pemilik selama periode, dan jumlah dividen per saham terkait.
Perubahan ekuitas entitas antara awal dan akhir periode pelaporan mencerminkan naik turunnya aset neto entitas selama periode. Sedangkan perubahan keseluruhan atas ekuitas selama periode mempresentasikan jumlah total penghasilan dan beban, termasuk keuntungan dan kerugian yang dihasilkan oleh aktivitas entitas selama periode tersebut.

4. Laporan Arus Kas
Informasi arus kas menyediakan dasar bagi pengguna laporan keuangan untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas dan kebutuhan entitas dalam menggunakan arus kas. Sebagaimana dalam PSAK 2: Laporan Arus Kas mengatur persyaratan penyajian dan pengungkapan informasi arus kas.

5. Catatan atas Laporan Keuangan

Struktur
Catatan atas laporan keuangan :
a. menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan 
    akuntansi spesifik yang digunakan;
b. mengungkapkan informasi yang disyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian 
    manapun dalam laporan keungan; dan
c. menyediakan informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan 
    keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan.

Dalam menentukan penyajian secara sistematis, entitas mempertimbangkan dampak terhadap keterpahaman dan keterbandingan laporan keungan.
Contoh pengurutan sistematis atau pengelompokkan catatan atas laporan keuangan meliputi:
a. mengutamakan area aktivitas yang dianggap paling relevan oleh entitas untuk 
    memahami kinerja dan posisi keuangan;
b. mengelompokkan informasi tentang pos-pos yang diukur secara serupa;
c. mengikuti urutan pos-pos dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain 
    seperti:          
       (i)   pernyataan kepatuhan terhadap SAK;
       (ii)  kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan;
       (iii) informasi tambahan untuk pos-pos dalam laporan posisi keuangan dan laporan 
              laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan 
              laporan arus kas sesuai urutan penyajian laporan; dan
        (iv) pengungkapan lain termasuk liabilitas kontijensi dan pengungkapan informasi 
              nonkeuangan.

Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
Entitas mengungkapkan kebijakan akuntansi signifikan yang mencakup:
a. dasar pengukuran yang digunakan menyusun laporan keungan
Dasar pengukuran sangat penting diinformasikan kepada pengguna laporan  keuangan karena mempengaruhi analisis pengguna laporan keuangan secara signifikan.
b. kebijakan akuntansi lain yang diterapkan relevan untuk memahami laporan keuangan.
Ketika memutuskan apakah kebijakan tertentu diungkapkan, manajemen harus mempertimbangkan apakah pengungkapan tersebut akan membantu pengguna laporan keuangan memahami bagaimana transaksi, peristiwa dan kondisi lain tercermin dalam laporan kinerja dan posisi keuangan yang dilaporkan. Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi pun manajemen harus membuat berbagai pertimbangan yang secara signifikan dapat mempengaruhi jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

Sumber Ketidakpastian Estimasi
Entitas mengungkapkan informasi tentang asumsi mengenai masa depan, dan sumber lain dari ketidakpastian estimasi pda akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya. Berkaitan dengan aset dan liabilitas tersebut, catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas:
a. sifat; dan
b. jumlah tercatat pada akhir periode.
Asumsi dan sumber ketidakpastian estimasi seperti yang diungkapkan diatas terkait dengan estimasi yang mensyaratkan pertimbangan manajemen yang paling sulit, subjektif atau kompleks. Pengungkapannya tidak disyaratkan bagi aset dan liabilitas dengan risiko signifikan bahwa jumlah tercatat aset dan liabilitas dapat berubah secara material selama periode tahun berikutnya nika, pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas tersebut diukur dengan menggunakan nilai wajar berdasarkan pada harga kuotasian dalam pasar aktif untuk aset dan liabilitas identik.

Modal
Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi tujuan, kebijakan dan proses entitas dalam mengelola modal. Oleh karena itu, untuk mematuhi hal tersebut entitas mengungkapkan hal-hal berikut:
a. informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan dan proses entitas dalam mengelola 
    modal;
b. ringkasan data kuantitatif tentang apa yang dikelolanya sebagai modal;
c. setiap perubahan dalam (a) dan (b) dari periode sebelumny;
d. apakah selama periode entitas mematuhi setiap persyaratan permodalan eksternal;
e. ketika entitas tidak mematuhi persyaratan permodalan eksternal tersebut, 
    konsekuensi dari ketidakpatuhan tersebut.

Instrumen Keuangan yang Mempengaruhi Opsi Jual yang Diklasifikasikan sebagai Instrumen Ekuitas
Entitas mengungkapkan :
a. ringkasan data kuantitatif mengenai jumlah yang diklasifikasikan sebagai ekuitas;
b. tujuan, kebijakan dan proses untuk mengelola kewajibannya membeli kembali atau 
    menebus instrumen tersebut;
c. arus kas keluar yang diperkirakan dalam penebusan atau pembelin kembali kelas 
    instrumen keuangan; dan
d. informasi mengenai bagaimana penentuan arus kas keluar yang diperirakan dalam 
    penebusan atau pembelian kembali.

Pengungkapan Lain
Berikut hal-hal yang diungkapkan entitas dalam catatan atas laporan keuangan:
a. jumlah dividen yang diusulkan sebelum laporan keuangan diotorisasi untuk terbit 
   tapi tidak diakui sebagai distribusi kepada pemilik selama periode; dan
b. jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui.

Sedangkan berikut ini adalah hal-hal yang tidak diungkapkan dibagian manapun dalam informasi yang dipublikasikan:
a. domisili dan bentuk hukum, negara tempat pendirian dan alamat kantor pusat entitas;
b. deskripsi mengenai sifat operasi dan aktivitas utama entitas;
c. nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha;
d. bagi entitas yang memiliki umur terbatas, informasi tentang lama umur entitas.

TANGGAL EFEKTIF DAN KETENTUAN TRANSISI
Entitas menerapkan pernyataan ini untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2015.
Entitas menerapkan penyesuaian material sebagaimana yang dijelaskan pada paragraf sumber ketidakpastian Estimasi dan secara prospektif untuk periode tahun buku dimulai tanggal 1 Januari 2015.

PENARIKAN
Pernyataan ini menggantikan PSAK 1 (2009) tentang: Penyajian Laporan Keuangan.

PEDOMAN IMPLEMENTASI
Pada Pedoman Implementasi ini memang melengkapi, tetapi pedoman ini bukan bagian dari PSAK 1.

BERIKUT INI SAYA SERTAKAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PT. CAPITOL NUSANTARA INDONESIA Tbk 31 DESEMBER 2018


Laporan Posisi Keuangan






Laporan Laba Rugi dan Penghasilaan Komprehensif Lain




Laporan Perubahan Ekuitas



Laporan Arus Kas





Catatan atas Laporan Keuangan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar